Prepress Checklist: Hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Mencetak Desain

Prepress Checklist

Memahami soal prepress checklist, hal yang wajib diperhatikan desainer sebelum mencetak desain.

Pernahkah kamu mengalami situasi di mana setelah menerima cetakan dari percetakan, desain yang kamu buat ternyata tidak sesuai dengan yang kamu inginkan?.

Situasi ini tentu saja sangat menjengkelkan dan dapat menghabiskan waktu dan uang yang tidak sedikit.

Untuk menghindari hal tersebut, kamu perlu melakukan persiapan yang matang sebelum mencetak desain.

Salah satu langkah penting dalam persiapan cetak adalah dengan membuat prepress checklist.

Melansir dari 99designs.com, Sekolah Desain akan membahas apa itu prepress checklist dan bagaimana cara membuatnya.

Baca Juga

10 Website buat Menulis Lirik Lagu, Dijamin Lebih Mudah dan Hasilnya Keren

Apa itu prepress checklist?

Prepress checklist adalah daftar periksa yang digunakan untuk memastikan kualitas desain sebelum dicetak.

Checklist ini mencakup berbagai aspek, termasuk ukuran, resolusi, warna, dan format file, serta elemen-elemen desain lainnya.

Prepress checklist dapat membantu kamu memastikan bahwa desain kamu siap untuk dicetak dan akan menghasilkan hasil cetakan yang berkualitas tinggi.

Baca Juga

Daftar Tren Web Design 2023, Lebih Interaktif dan Keren

Tips membuat prepress checklist

Berikut adalah beberapa tips untuk membuat prepress checklist yang efektif:

  1. Tentukan ukuran dan resolusi

Pastikan desain kamu memiliki ukuran dan resolusi yang tepat. Ukuran desain harus sesuai dengan ukuran cetak yang diinginkan, dan resolusi harus cukup tinggi untuk menghasilkan cetakan yang jelas dan tajam. Periksa juga apakah ukuran dan resolusi sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh percetakan yang kamu gunakan.

  1. Periksa warna

Pastikan bahwa semua warna dalam desain kamu sesuai dengan yang diinginkan. Periksa warna menggunakan alat bantu seperti Adobe Color Picker atau alat pengukur warna untuk memastikan keakuratan warna. Pastikan juga bahwa kamu menggunakan mode warna yang tepat, misalnya CMYK atau RGB, tergantung pada jenis percetakan yang kamu gunakan.

  1. Periksa jenis dan kualitas font
READ  10 Website Pembuat Logo Otomatis Secara Online

Pastikan bahwa kamu menggunakan jenis dan kualitas font yang tepat dalam desain kamu. Pastikan bahwa font yang digunakan dapat dicetak dengan baik dan sesuai dengan jenis cetakan yang akan digunakan. Gunakan font yang mudah dibaca dan tidak terlalu kecil, sehingga tidak sulit untuk dibaca setelah dicetak.

  1. Periksa bleed

Bleed adalah area di luar batas cetak yang digunakan untuk memastikan bahwa cetakan tidak memiliki tepi putih yang tidak diinginkan. Pastikan bahwa bleeds dalam desain kamu sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh percetakan.

  1. Periksa format file

Pastikan bahwa format file desain kamu sesuai dengan persyaratan percetakan. Beberapa percetakan mungkin meminta format file tertentu, seperti PDF atau JPEG. Pastikan bahwa kamu menggunakan format file yang tepat dan bahwa file kamu sudah diatur dengan benar.

  1. Periksa keselarasan dan jarak antar elemen desain

Pastikan bahwa semua elemen desain dalam desain kamu teratur dan terlihat rapi. Pastikan juga bahwa jarak antar elemen desain sudah sesuai dan tidak terlalu rapat atau terterlalu renggang. Pastikan bahwa semua teks dan gambar dalam desain kamu memiliki keselarasan yang baik dan tidak terlihat berantakan.

  1. Cek kembali proofing

Pastikan bahwa kamu telah melakukan proofing atau pemeriksaan ulang terhadap desain yang kamu buat. Pastikan bahwa tidak ada kesalahan tata bahasa atau kesalahan ejaan dalam teks, serta pastikan bahwa semua gambar dan grafis dalam desain kamu sudah terlihat jelas dan tidak kabur.

  1. Berkomunikasi dengan percetakan

Pastikan bahwa kamu berkomunikasi dengan percetakan yang kamu gunakan. Jelaskan pada mereka tentang desain kamu dan pastikan bahwa mereka memahami persyaratan cetakan kamu. Jangan ragu untuk bertanya jika kamu memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang proses cetak.

Baca Juga

Cara Menggunakan ChatGPT Bahasa Indonesia dengan Mudah dan Akurat

Kesimpulan

READ  5 Kombinasi Warna Logo yang Harus Dihindari, Bisa Buat Desain Jadi Norak

Prepress checklist sangat penting untuk memastikan bahwa desain kamu siap untuk dicetak dan akan menghasilkan hasil cetakan yang berkualitas tinggi.
Dengan membuat checklist ini, kamu dapat memastikan bahwa tidak ada kesalahan dalam desain kamu dan kamu dapat menghemat waktu dan uang yang dapat terbuang sia-sia.

Pastikan kamu memeriksa semua aspek yang penting dalam prepress checklist, seperti ukuran dan resolusi, warna, jenis dan kualitas font, bleed, format file, keselarasan dan jarak antar elemen desain, serta proofing.

Jangan lupa untuk berkomunikasi dengan percetakan kamu untuk memastikan bahwa desain kamu sesuai dengan persyaratan mereka.

Dengan mengikuti tips-tips yang disebutkan di atas, kamu dapat memastikan bahwa desain kamu siap untuk dicetak dan akan menghasilkan hasil cetakan yang berkualitas tinggi. Selamat mencoba!


There is no ads to display, Please add some

One thought on “Prepress Checklist: Hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Mencetak Desain

  1. attempted to get Radio 1 listeners very excited when he read out some steamy text messages during
    ‘s show.The actor, 37, revealed some of the x-rated messages he
    receives on social media before reading them out as villain Royce
    from his BBC series Happy Valley.  He explained: ‘I know we’re talking
    DMs later. I used to get some very strange [ones].
    Steamy: James Norton, 37, attempted to get BBC Radio 1 listeners very excited when he read out
    some steamy text messages during Jordan North’s show’Yeah, it
    was quite inappropriate – I used to get a little bit weirded out. RELATED ARTICLES

    Share this article
    Share
    13 shares

    ‘They would sort of say stuff like, “I can’t – you’re such a monster” and follow up with “take me to your cellar”.’James
    then altered his intonation to a strong Yorkshire accent
    to sound like his character Tommy as he began to read
    some of the messages. Acting out:
    The actor revealed some of the x-rated messages he receives
    on social media before reading them out as villain Tommy
    Lee Royce from his BBC series Happy Valley (James is seen as Tommy on Happy Valley)After James read
    out some of the text, Jordan asked him: ‘Do you know what?
    Now you’ve mentioned [Tommy], can you do the next one in his
    accent?’Laughing, James said he was more than happy to as he read some words
    from listener Liz about a fruit fanatic.’I’ve fallen in love,’ James began in Tommy’s
    northern accent before collapsing into giggles.
    Unusual: He explained: ‘I know we’re talking DMs later.
    I used to get some very strange [ones]’ (James is seen as Tommy
    on Happy Valley)’Literally everyone in the studio is freaking out,’ Jordan shouted.
    ‘The girls in the studio are freaking – I’ve gone sweaty!’James continued: ‘I’ve fallen in love with ya and I’d like to be your banana
    partner.’Falling back into his well spoken lilt, James asked:
    ‘Sorry but what on earth is that?’Taking to Twitter after
    hearing the segment, one listener wrote: ‘Urgh as soon as he goes into Tommy’s
    voice it repulses me. I hate him in Happy Valley that’s how I
    know he’s doing a good job.’ All change: James altered his intonation to a strong Yorkshire accent to sound like his character Tommy as he began to read some of the messages (James is seen as Tommy on Happy Valley))’Thanks for making evil sexy – I’m so confused right
    now,’ wrote someone else.Another listener shared: ‘I fancy James Norton a lot
    more when he’s doing that sexy Yorkshire accent!’It comes after James
    spoke out about how he overcame bullying at school as a child. Born in London to teacher parents
    Lavinia Jane and Hugh Biddulph Norton, The school was previously banned from taking new pupils
    after a child sex abuse scandal, when the Independent Inquiry into Child Sexual
    Abuse to have covered up decades of claims to safeguard the church’s reputation.
    Although he’s stressed that he was never sexually abused, Norton previously revealed
    he was so badly bullied at school that he’s having therapy
    20 years later.The actor admitted ‘it’s only now’ that he’s ‘recognising the effect’ of his troubled past
    and ‘what it’s done to him’.   ‘It’s only now, in my later life as an adult,
    that I’m recognising that effect and what it has done to me.’  
    RELATED ARTICLES

    Share this article
    Share
    13 shares

    Speaking on the , he said: ‘My school years were complicated.

    I didn’t have the greatest time.’I was quite badly bullied for five years and I was at boarding school so I couldn’t
    leave. I’ve had a great therapist for the last four
    years, and it’s not from a place of drama.’And I’m luckily not suffering from depression or anything like that but it’s been really,
    really helpful to understanding what [happened to me at school].’
    Looking back: It comes after James spoke out about
    how he overcame bullying at school as a child (pictured this month)

    data-track-module=”am-external-links^external-links”>
    Read more:

    DM.later(‘bundle’, function()
    DM.has(‘external-source-links’, ‘externalLinkTracker’);

    );

Comments are closed.