Neumorphism dalam Desain: Konsep, Kelebihan, Kekurangan, dan Contohnya

Apa itu neumorphism dalam desain? Berikut ini serba serbi soal neumorphism yang penting untuk diketahui oleh para desainer.

Neumorphism atau neomorfisme adalah gaya desain visual yang relatif baru dan mulai populer dalam industri desain.

Gaya desain ini menggabungkan elemen dari skeuomorphism dan flat design, sehingga menciptakan tampilan yang realistis namun minimalis dan elegan.

Neumorphism pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 2020 dan sejak itu telah menjadi tren populer di antara desainer dan pengembang web.

Gaya desain ini memungkinkan pengguna untuk menciptakan tampilan yang lebih halus, lebih dalam, dan lebih realistis dengan sentuhan modern.

Jika kamu ingin mengetahui soal neumorphism dalam desain secara lebih mendalam, berikut ini penjelasan lengkapnya.

Baca Juga

Apa Itu Y2K? Tren yang Kembali Populer di Dunia Desain

Prinsip Neumorphism

Neumorphism didasarkan pada prinsip tiga dimensi, memanfaatkan bayangan untuk menciptakan tampilan yang lebih halus dan realistis.

Dalam hal ini, tampilan mencerminkan tekstur benda nyata dan jendela tampilan hampir menunjukkan kedalaman, seperti jika objek terangkat atau menyatu ke dalam latar belakang.

Sementara neumorphism memanfaatkan efek 3D, namun gaya ini lebih minimalis daripada skeuomorphism, menghindari kelebihan ilusi dimensi yang mungkin terasa terlalu berat atau membingungkan.

Gaya desain ini menggunakan warna-warna solid dan nada yang lebih tenang dan lebih seimbang dari pada skeuomorphism.

Baca Juga

Daftar Tren Web Design 2023, Lebih Interaktif dan Keren

Cara Menerapkan Neumorphism dalam Desain

Neumorphism biasanya digunakan untuk desain aplikasi mobile, ikon, dan elemen UI. Desainer bisa memanfaatkan beberapa teknik untuk mencapai tampilan neumorphism, seperti:

Menggunakan warna dan kontras yang halus: Neumorphism menggunakan warna yang relatif monokromatik dan kontras yang lebih rendah, menghasilkan tampilan yang halus dan tenang.

READ  5 Kesalahan Umum Desain Grafis oleh Pemula

Menggunakan bayangan: Bayangan pada elemen UI digunakan untuk menciptakan ilusi dimensi dan kedalaman yang realistis.

Menambahkan sentuhan transparansi: Penggunaan sedikit transparansi pada elemen UI seperti tombol atau ikon dapat memberikan tampilan yang lebih halus.

Menghindari garis tebal dan garis pinggir yang tegas: Neumorphism menghindari garis tebal dan garis pinggir yang tegas, dengan garis lembut dan melengkung untuk menciptakan tampilan yang lebih halus.

Menggunakan bentuk organik: Bentuk organik digunakan untuk menciptakan tampilan yang lebih alami dan halus.

Baca Juga

7 Rekomendasi Plugin Figma untuk Warna yang Bisa Bantu Desainer UI UX dalam Hasilkan Karya Keren

Kelebihan Neumorphism

Neumorphism adalah gaya desain yang populer karena memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:

Memberikan tampilan realistis: Neumorphism memanfaatkan bayangan untuk menciptakan ilusi dimensi, sehingga memberikan tampilan yang lebih realistis.

Memperbaiki user experience (UX): Dengan menggunakan efek 3D, elemen UI menjadi lebih mudah untuk dipahami dan digunakan oleh pengguna.

Meningkatkan keunikan desain: Neumorphism adalah gaya desain yang relatif baru, sehingga dapat membuat desain kamulebih menonjol dari yang lain.

Lebih mudah dibaca: Tampilan neumorphism menggunakan warna yang lembut dan kontras yang rendah, sehingga membuatnya lebih mudah dibaca.

Lebih modern: Neumorphism menggabungkan elemen dari skeuomorphism dan flat design, sehingga menciptakan tampilan yang modern dan elegan.

Baca Juga

Seberapa Penting UI UX untuk E-commerce? Ini Jawaban Selengkapnya

Kekurangan Neumorphism

Selain memiliki kelebihan, neumorphism juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan, di antaranya:

Keterbatasan warna: Neumorphism menggunakan warna yang relatif monokromatik, sehingga sulit untuk menciptakan tampilan yang sangat berwarna.

Tidak cocok untuk semua jenis desain: Neumorphism cenderung lebih cocok untuk desain aplikasi dan elemen UI daripada untuk desain web atau desain grafis yang kompleks.

READ  8 Alternatif Software Desain 3D Selain Blender yang Bisa Kamu Coba

Kelebihan efek 3D: Neumorphism bisa terlalu berlebihan dengan efek 3D, sehingga menghasilkan tampilan yang terlalu berat dan membingungkan.

Kesulitan dalam pengembangan: Neumorphism bisa sulit dalam pengembangan karena memerlukan pengkodean yang rumit dan pemrosesan yang lebih berat.

Baca Juga

5 Website Builders Tanpa Koding untuk Membuat Website dengan Mudah dan Cepat

Contoh Neumorphism dalam Desain

Berikut adalah beberapa contoh penggunaan neumorphism dalam desain:

Aplikasi mobile: Neumorphism cocok untuk desain aplikasi mobile, dengan tampilan tombol dan elemen UI yang realistis dan halus.

Ikon: Neumorphism dapat memberikan tampilan yang elegan dan modern pada ikon, sehingga lebih menonjol dari yang lain.

Formulir: Neumorphism dapat digunakan untuk menciptakan tampilan form yang halus dan mudah dipahami oleh pengguna.

Pengembangan web: Meskipun neumorphism tidak selalu cocok untuk pengembangan web, beberapa desainer telah berhasil menggabungkan gaya desain ini dengan sukses pada desain web yang lebih sederhana dan minimalis.

Kesimpulan

Neumorphism adalah gaya desain yang relatif baru dan mulai populer di kalangan desainer dan pengembang.

Gaya desain ini menggabungkan elemen dari skeuomorphism dan flat design, sehingga menciptakan tampilan yang realistis namun minimalis dan elegan.

Neumorphism memanfaatkan efek 3D, bayangan, dan transparansi untuk menciptakan tampilan yang halus dan mudah dipahami oleh pengguna.

Meskipun neumorphism memiliki beberapa kekurangan, namun gaya desain ini cocok untuk desain aplikasi mobile, ikon, dan elemen UI.


There is no ads to display, Please add some