10 Tanaman yang Efektif Menyerap Karbondioksida Menurut NASA 

Tanaman Hias yang Ternyata Beracun - Freepik

SekolahDesain – Apa saja tanaman yang efektif menyerap karbondioksida menurut NASA? Ini tanaman direkomendasikan.

Sebagai tempat berteduh dan beraktivitas, rumah harus dibuat nyaman agar orang yang tinggal merasa betah. 

Selain memperhatikan aspek visual, lingkungan di sekitar rumah juga sangat berpengaruh. Aspek penting penghuni bisa betah di rumah, salah satunya adalah mendapatkan akses udara bersih. 

Untuk mendapatkan udara bersih selain memakai filter udara, bisa menempatkan tanaman untuk menyaring karbondioksida atau CO2. 

Semua tanaman hijau memang bisa menyerap karbondioksida, tapi ada beberapa tanaman yang dinilai sangat efektif mengolah CO2 menjadi oksigen.

Berikut ini adalah daftar tanaman yang efektif menyerap karbondioksida menurut NASA, dilansir dari Nature Home.

 Tanaman yang Efektif Menyerap Karbondioksida Menurut NASA - Freepik
Tanaman yang Efektif Menyerap Karbondioksida Menurut NASA – Freepik

Daftar tanaman yang efektif menyerap karbondioksida

1. Dracaena 

Tanaman pertama yang secara efektif bisa digunakan untuk menjaga kebersihan udara adalah Dracaena. 

Berdasarkan tes dari NASA, tanaman jenis Dracaena mendapatkan nilai tinggi untuk kemampuannya menyerap karbondioksida. 

Selain bagus dalam menyerap CO2 Dracaena juga efektif dalam menyerap trichloroethylene, yang merupakan racun berbahaya bagi kita manusia. 

Dracaena masuk dalam urutan pertama bukan  karena keefektifannya saja dalam menyerap karbondioksida tapi juga karena mudah dirawat. 

Selain itu tanaman ini bisa tumbuh hingga 3,5 meter lebih. Tanpa cahaya matahari yang intens Dracaena juga bisa tetap hidup dengan baik. 

Meski keadaan tanah kering dan jarang disiram, tamanan ini tetap bisa bertahan. 

2. Tanaman jenis karet

Akhir-akhir ini tanaman karet bisa dibilang populer di kalangan kolektor tanaman. Apalagi tanaman ini tersedia dalam tiga varietas warna, sehingga makin menarik untuk membuat rumah jadi tampak lebih hidup.

Sama seperti Dracaena, tanaman karet juga mudah untuk dirawat. Tidak perlu cahaya langsung, bisa diletakkan di teras ataupun dalam rumah. 

Jika tanaman ingin bisa menyerap karbondioksida dalam jumlah banyak disarankan untuk membeli yang ukuran besar.

3. Pohon Pinang

Pohon Pinang memang tak seterkenal tanaman lain yang sering dibeli untuk menghias rumah sekaligus untuk membersihkan udara. 

Walaupun begitu tanaman ini juga efektif membersihkan karbondioksida. Terlebih Pohon Pinang juga mengeluarkan uap air yang cocok digunakan untuk lingkungan yang udaranya kering.

Pohon Pinang mudah dirawat, hanya membutuhkan cahaya tidak langsung, sedangkan untuk penyiraman bisa dilakukan saat tanah mulai mengering. 

4. Palem Bambu 

Palem Bambu merupakan salah satu tanaman yang tampak elegan secara visual untuk menghias rumah. 

Jenis tanaman ini sangat baik untuk membersihkan udara dan mengurangi kadar formaldehida. 

Buat yang belum tahu formaldehida, itu merupakan senyawa kimia berbahaya yang terkandung dalam asap kebakaran hutan, knalpot mobil, hingga asap tembakau. 

Tanaman ini cocok ditempatkan di sinar matahari langsung dan suka sekali air, jadi wajib rajin disirami saat tanahnya mulai kering. Palem Bambu cocok diletakkan di sudut rumah untuk mempercantik tampilan. 

5. Lidah mertua 

Tanaman Lidah Mertua ( Dracaena trifasciata ), juga dikenal sebagai Tanaman Ular , adalah tanaman hias yang mudah dirawat dan hanya membutuhkan sedikit cahaya dan air. 

Jenis tanaman ini dinilai sangat ideal untuk apartemen, ruangan yang lebih gelap, dan kamar tidur untuk memurnikan udara  di rumah. 

Menurut Journal of the American Society for Horticultural Science, tanaman ini efektif menghilangkan berbagai senyawa organik yang mudah menguap dari udara, termasuk benzena, formaldehida, dan trikloroetilen.

Manfaat Tanaman Hias - Freepik
Tanaman yang Efektif Menyerap Karbondioksida Menurut NASA – Freepik

6. Spider Plant 

Berikutnya ada Spider Plant atau tanaman laba-laba yang mudah dirawat, selain itu juga bagus untuk memurnikan udara. 

Studi NASA menemukan bahwa tanaman laba-laba menghilangkan 95 persen formaldehida dari ruang plexiglass tertutup dalam 24 jam. 

Tanaman ini akan sangat bagus untuk ditempatkan di kamar tidur kamu untuk kualitas udara bersih maksimum saat tidur.

7. Peace Lily 

Jika kamu seseorang yang menyukai bunga di rumah, Peace Lily adalah pilihan yang bagus untuk kamu. 

Peace Lily diketahui bisa menghasilkan bunga harum sepanjang musim panas, dan secara efektif menghilangkan amonia, formaldehida, triklorobenzena, dan benzena dari udara. 

Tumbuh paling baik di daerah teduh dan dengan tanah tetap lembab. Namun hati-hati, karena tanaman ini bisa menjadi racun jika dimakan oleh anak-anak atau hewan peliharaan.

8. Chinese Evergreen

Tanaman lain yang mudah dirawat dan mendetoksifikasi udara adalah Chinese Evergreen. Selain membuang racun umum, tanaman ini memiliki pola dan warna yang indah. 

Chinese Evergreen tumbuh lambat dan hidup sampai usia sepuluh tahun. Pastikan untuk menjauhkan tanaman ini dari hewan peliharaan atau anak-anak karena beracun jika tertelan. 

9. Pohon Uang 

Pohon Uang atau Money Tree merupakan tanaman hias lain yang terdaftar efektif dalam  memurnikan udara menurut NASA. 

Diketahui bahwa tanaman ini memainkan peran penting dalam menghilangkan benzena, trikloroetilena, dan formaldehida dari udara. 

Pohon Uang berfungsi menyaring racun dari udara melalui proses yang disebut fotosintesis. Selama fotosintesis, tanaman menyerap karbon dioksida dari udara dan mengubahnya menjadi oksigen melalui sinar matahari. 

10. Lidah Buaya 

Lidah Buaya atau Aloe Vera adalah spesies tanaman sukulen dari genus Aloe, tanaman ini terkenal punya banyak manfaat. 

Misalnya merawat luka bakar dan memberikan kelembaban pada kulit. Namun, banyak juga yang belum tahu bahwa Lidah Buaya itu efektif dalam memurnikan udara.

Itulah sepuluh tanaman yang efektif menyerap karbondioksida menurut Nasa. Semoga membantu. 


There is no ads to display, Please add some

2 thoughts on “10 Tanaman yang Efektif Menyerap Karbondioksida Menurut NASA 

Comments are closed.